Selasa, 13 November 2012

Antara Cinta Dan Sahabat

Hidup akan indah bila kita masih memiliki seseorang yang kita sayangi, seperti Rut Mei, Rut Mei masih memiliki orang tua yang sayang dengannya dan saudara laki-lakinya yang sangat menggemaskan yang masih kelas 3 SMP. Serta tak luput mempunyai beberapa sahabat yang baik yang selalu bersama ketika dia duka, maupun senang. Rut Mei mempunyai sahabat Mereka bernama Oliv, Okta, Yulinar dan Riski. Kemana-mana kami selalu bersama seperti layaknya besi dan magnet yang sulit dipisahkan. Mereka pertama kenal ketika pertama MOS dan memulai sekolah di SMA, Ketika itu Oliv duduk sendirian dan tak sengaja Rut Mei menghampirinya dan berkenalan. Setelah mereka berbincang-bincang cukup lama datanglah seorang anak perempuan cantik putih bertahi lalat di bawah bibir yang tipis. Tahi lalatnya itu membuat wajahnya menjadi manis dan disegani oleh kaum Adam.
Hai…. Oliv dah lama nunggunya yah???” kata perempuan itu

“Ea… lama banget, kamu dari mana saja???? kata Oliv
 
“Maaf yach aku berangkatnya siang, soalnya bangunnya kesiangan… hehehe” jawab Perempuan yang berbicara dengan Riski sambil tersenyum.

“Oya,untungnya ada Rut Mei yang menemani aku di sini, Ris, ta, yul, liv kenalin ini Rut Mei teman sekelas kita juga lho. Oya Rut kenalin ini teman satu bangku aku namanya Riski” kata Oliv sambil memperkenalkan temannya.

“Kenalin aku Rut Mei, aku duduknya di samping tembok dekat pintu sama Ovie” kata Rut Mei memperkenalkan dirinya kepada Riski, Yulinar, dan Okta.

“Aku Riski, ini teman aku namanya Yulinar, dan terakhir namanya Okta, low boleh tau lo tinggalnya dimana”?? Tanya Riski kepada Rut Mei.

“Aku tinggal di Simujur, jawab Rut Mei.

“Kapan-kapan kita main ke rumahnya Rut Mei, Gimana,?? Riski lo juga ikut yach”?? Oliv melontarkan pertanyaan kepada Riski.

“Itu ide yang bagus kita selalu kumpul-kumpul bareng di rumahnya rut mei, Gimana kalau kita buat genk saja?” usul Riski.

“Aku setuju dengan pendapatmu. Nanti kita buat kaos yang sama, tapi dipikir-pikir nama genk nya apa yach”?? Oliv menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal karena begitu bingungnya.

“Tapi maaf teman-teman bukannya gw menolak, tapi aku bener-bener gak setuju dengan pendapat kalian, aku ingin bersahabat dengan kalian. Tapi aku gak suka buat genk-genk seperti itu, takutnya kalau kita buat genk, banyak teman-teman yang benci dan iri.” jelas Rut Mei.

“Yah rut, tapi……….”

Sebelum Oliv melanjutkan pembicaraannya bel sekolah pun berbunyi tanda peserta MOS kumpul di halaman sekolah untuk diberikan arahan dan himbauan dari kepala sekolah.

Sungguh ribet dan susah kembali menjadi peserta MOS harus menggunakan kostum planet yang sungguh menyebalkan itu seperti pake kaos kaki yang berbeda,tasnya menggunakan kantong kresek,rambutnya di ikat lebih dari 10 buah,sungguh membosankan dan menyebalkan ketika dimoment-moment MOS seperti ini.

Setelah kumpul di lapangan Riski dan Oliv senyum-senyum sendiri, dan aku bingung kenapa mereka senyum-senyum tanpa sebab. Adakah sumbernya kenapa mereka senyum-senyum sendiri. Setelah aku perhatikan ternyata mereka tersenyum ketika melihat kakak Osis. Dan kemudian aku bertanya kepada Riski,”Ris, kamu dan Oliv senyum kenapa??” Tanya Rut Mei dengan penasaran.

“Asal kamu tau aja ya rut, aku dan oliv itu ngefans banget sama anak kelas XI-AP2 itu, terus gw jatuh cinta sama cowok itu katanya sih namanya Agus”. jawab Riski.

“Yang mana?” Tanyaku lagi.

“Itu yang paling cakep sendiri, Oya aku juga ngefens banget ama kakak OSIS jangan bilang sama Oliv yach kalo aku ngasih tau ke kamu, aku itu ngefans banget sama Ka’ Ardy sedangkan Oliv ngefens sama ka’ Jack”. jelas Riski.

“okey, tenang saja Rahma gw pasti bisa jaga rahasia ini kok, dijamin gak bakal bocor dech…….” kataku.

“Aku percaya kok sama kamu….. halah kaya ember saja bocor… . hehehehe”. Riski sambil ketawa

Ketika asyik berbicara ternyata banyak pengarahan yang diberikan oleh kepala sekolah, sungguh menyesal sekali ku ini tidak mendengarkannya. Padahal banyak manfaatnya bagi kita khususnya bagi pelajar. Setelah beberapa lama kemudian peserta MOS di bubarkan.

Rut mei sedang berfikir sepertinya enak sekali rasanya ketika menjadi anak SMA. Sama seperti yang rut mei rasakan saat ini rut mei ingin cepat-cepat menggunakan baju putih abu-abu dan agar cepat diresmikan menjadi murid SMA, rasanya lama sekali menunggunya waktu seperti itu. Apalagi, rumahnya sangat jauh dari sekolah sungguh enaknya jauh dari orang tua dan bebas untuk pergi-pergi kemanapun yang kita inginkan bersama teman-teman barunya. Tapi rut mei harus bisa mengendalikan diri dari pergaulan di zaman edan seperti ini, kalau kita mengikutinya maka kita akan masuk ke dalam jurang neraka yang isinya orang-orang berdosa.

Kicauan burung menari-nari di angkasa, Sungguh indah bila ketika memandangnya. Embun pagi menyejukan hati Semerbak wangi mawar membuat segar perasaan kita. Indahya alam ciptaan tuhan yang maha esa, Tak ada yang bisa menandinginya,Karena tuhan adalah sang kholik pencipta alam semesta.

Ricuhan murid-murid SMA bagaikan burung-burung yang sedang menyanyi-nyanyi. Murid-murid mulai berdatangan menuju sekolah untuk menuntut ilmu, walaupun ada yang niat sekolah hanya ingin mendapatkan uang jajan dan ingin memiliki banyak teman. Murid-murid berdatangan ada yang naik motor, sepeda, naik bus mini, angkot, diantar orang tuanya menggunakan mobil, adapun jalan kaki.
Bel sekolah pun berbunyi sebagai tanda waktu pelajaran dimulai. Murid-murid dengan tenang belajar di sekolah. Hening sepi keadaan di sekolah bagaikan tak berhunikan makluk, Seperti di hutan sepi sunyi.

Bel istirahat pun berbunyi, murid-murid bagaikan pasukan burung yang keluar dari sangkarnya menuju kantin gaul bu sri. Perut mereka terjadi perang dunia ketiga mereka berebut makanan dan cepat-cepat mendahulukan mengambil makanan.

Aku tak nafsu untuk pergi ke kantin dan aku beranikan diri pergi ke perpustakaan.Setelah lamanya aku diperpustakaan datanglah seorang cowok ganteng yang diidam-idamakan oleh Riski sahabatku sendiri.

“Hai…….rut kok sendirian saja disini.” kata cowok itu yang bernama Agus.

“Yah…. teman-teman aku lagi ke kantin, padahal aku diajak kekantin sama mereka, tapi aku pengennya pergi ke perpustakaan……. hehehe” kataku pada Agus.

“Oya…… kamu les di Prima Eta yach??” Tanya Agus.

“Eah…..kok kamu tau sich…” jawabku.

“Kan aku juga les disitu,terus gw juga sering merhatikan kamu lho!!” kata Agus.

“Memang kamu kelas X apa?, kok gw gak pernah lihat kamu?”

“Ruang X-1. oya,kamu ruang XI-AP2 ya?”

“yapz……….”

Aku tak ingin dekat-dekat dengan Agus, Tapi aku juga punya perasaan sama Agus aku bingung kalau aku berdekatan sama Agus nanti Riski cemburu. Kemudian ku pamit sama Agus.

“Dan aku mau ke kelas dulu” kataku pada Agus.

“Owg…..eah Vi silahkan”
 
Kemudian aku menuju ke kelas, sebelum masuk ke kelas, di jalan aku ketemu Riski. Aku menyapa Riski dengan senyuman. Tapi apa yang Riski kasih padaku, Riski bersikap sinis. Aku bingung kenapa Riski bersikap seperti ini kepadaku, Kemudian aku mencari Oliv. Aku ingin menanyakan kepada Oliv. Tentang sikap Riski kepadaku. Setelah kutemukan Oliv, ku langsung menanyakan kepada Oliv.

“liv,aku boleh nanya sesuatu kepadamu gak?” tak sengaja air mataku membanjiri wajahku yang lembut ini.

“Nanya tentang apa?”

“Tadi aku ketemu Riski, aku nyapa dia, Tapi dia cuek, malah dia bersikap sinis kepadaku, Apa salahku liv”.

“Apa benar tadi kamu janjian sama Agus di perpustakaan, kok kamu bisa ngehianatin sahabat sendiri sich”.

“liv, tadi itu, aku gak sengaja ketemu agus di perpustakaan, sumpah aku sebelumnya gak janjian, tolong bantuin aku, untuk jelasin ke Riski liv.”Aku memohon ke oliv agar dia bisa bantuin aku untuk jelasin ke Riski..

“yach udah….gimana kalau pulang sekolah gw temuin kalian berdua”

“Terserah kamu liv, yang penting Riski tidak salah paham sama gw”
 
Kemudian setelah pulang gw nungguin oliv dan Riski di kantin gaul,setelah beberapa lama aku nungguin munculah mereka dari balik kelas.setelah aku melihat Riski.Aku langsung peluk Riski dan aku teteskan air mataku.kemudian aku memohon-mohon agar Riski mempercayai penjelasin yang diberikan oleh aku padanya.

“Ris, plis dengar penjelasan aku, aku gak ada hubungan apa-apa sama agus, mana mungkin aku ngehianatin sahabat sendiri.”

“terus kenapa tadi kalian berdua ketemuan di perpustakaan.” Tanya Riski.

“Aku gak sengaja ketemu di perpustakaan Ris, kalau kamu masih gak percaya, gimana kalau kamu nanya langsung sama agusnya?”

“owg………..yach dech aku sekarang percaya kok sama kamu, masa aku percaya sama orang lain daripada sahabat sendiri, maafin aku juga yach rut,,”.

“Memangnya tadi siapa yang bilang sama kamu”.

“Sudah, gak usah dibahas, gak penting”.

Aku bingung kenapa riski langsung maafin aku, padahal aku baru sebentar jelasin kapada riski. leganya perasaanku ini.

“Makasih riski”.

Kemudian kami pun saling berpelukan rasanya senang banget ketika kami baikan kembali. Setelah pulang sekolah, Aku seperti biasa membuka kembali buku pelajaran. Setelah ku membuka buku, tak sengaja ku temukan secarik kertas yang beramplop. Ku buka perlahan-lahan, tapi kenapa jantungku ikut berdetak lebih kencang. Kubaca perlahan-lahan.

Dear Rut Mei….

Izinkan aku untuk berkata jujur padamu, Sebelumnya ku minta maaf kalau aku sudah lancang mengirim surat ini. Aku sadar, aku bukan apa-apanya kamu. Aku juga tak pantas memilikimu. Tapi semakin ku pendam perasaan itu, semakin sesak rasanya dadaku ini kalau tak segera ditumpahkan.
Aku belum pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Tapi tiap kali aku ingin melepaskan diri darimu, Tapi tiap kali itu aku ingin semakin kuat untuk memelukmu. Dan aku merasa heran mengapa perasaan ini hanya terjadi padamu, mengapa tak tumbuh pada gadis-gadis yang lain, Bagi anak-anak lain mungkin menilainya, Mereka lebih cantik darimu?
Tetapi ini perasaanku, Aku justru suka padamu tak hanya karena kecantikanmu, Tapi juga karena innerbeauty mu sungguh menarik bagiku. Aku tak ragu lagi memilih gadis semacam kamu. Kamu ini memang tak ada duanya di dunia ini. Sudah beberapa lama ku pendam perasaan ini tapi baru kali ini ku beranikan diri utuk menyatakan kalau aku “CINTA dan SAYANG”sama kamu. Maafkan aku kalau aku tak gentel seperti anak laki-laki lain yang mengutarakan langsung di depan wajah dan bertemu langsung empat mata.

Tapi kalau kau mau agar aku langsung mengutarakannya aku akan mencoba, besok kita ketemu pulang sekolah di kelas XI-IPA.

Orang yang mencintaimu
Agus

Aku bingung,Aku tak tau harus berbuat apa. Aku bingung memilih salah satu ini CINTA atau SAHABAT. Kata-kata itu selalu menggoyang-goyang pikiranku. Aku punya persaan sama agus dan aku juga gak mau menyakiti perasaan sahabatku. Kenapa bisa terjadi pada aku, kenapa tidak oliv??? Bukannya aku iri pada oliv, tapi karena perasaan bingung ini jadinya aku tak sadar menyalahkan oliv.... ya tuhan tolonglah diriku ini, aku harus berbuat apa?.

Kemudian aku berfikir, aku sudah janji hidup dan matiku akan ku pertaruhkan demi sahabatku yang ku sayang. Aku relakan Agus untuk sahabatku Riski. Aku tak ingin melihat sahabatku sedih.
Aku sudah punya keputusan, aku gak akan terima Agus jadi pacarku, Tapi aku akan bersujud di depan Agus dan bermohon-mohon agar Agus mau jadi pacarnya Riski.

* * * * * * sekian * * * * * * * *

2 komentar:

  1. Bagus..bagus..bagus..
    cerita ini mudah2an bisa jadi inspirasi buat mereka-mereka yg belum mengerti arti sahabat.

    kembangkan tulisanmu berikutnya.
    Good..Good..Good.

    9.2 mungkin akan kamu dapatkan.

    BalasHapus